Terkadang mereka berbicara karena tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan ~
Mungkin mereka banyak berbicara agar terlihat hebat dimata orang lain tapi sebenarnya tidak lebih hebat dari si pendiam ~
Sesungguhnya diam itu lebih baik daripada berbicara tapi tak memberikan arti dan tidak mempunyai arti hanya ingin terlihat hebat saja dimata orang lain ~
Seungguhnya banyak berbicara tapi diabaikan bahkan tak didengar oleh oang lain itu hanya membuat lelah dan terkadang emosilah yang muncul ~
Sebenernya sih tidak harus banyak bicara kalo mau menunjukan sesuatu yang hebat , hal yang terpenting adalah lakukan sesuatu itu secara nyata walaupun itu sulit ~
Pada kenyatannya banyak berbicara tapi tak menunjukan hasil dan tidak bermanfaat bagi orang lain itu percuma ~
intinya sih perbanyak lah tindakan secara nyata bukan hanya sekedar omongan yang besar ~
Selasa, 30 April 2013
Cinta
Ketika cinta itu datang jangan kau lawan...
Ketika cinta itu mnghampiri jangan kau menghindar...
Ketika cinta itu menyakiti bertahanlah dengan hati....
Jangan sampai cinta itu pergi...
ketika cina itu pergi, kadang kita suka menyesalinya...
Tapi sesungguhnya cinta sejati itu tak akan pernah pergi...
Cinta sejati itu akan datang disaat kita mempertahankan cinta tersebut...
Ketika cinta itu mnghampiri jangan kau menghindar...
Ketika cinta itu menyakiti bertahanlah dengan hati....
Jangan sampai cinta itu pergi...
ketika cina itu pergi, kadang kita suka menyesalinya...
Tapi sesungguhnya cinta sejati itu tak akan pernah pergi...
Cinta sejati itu akan datang disaat kita mempertahankan cinta tersebut...
Selasa, 18 September 2012
Cara Membuat LightStick Sendiri
yang pengen bikin LS sendiri silahkan baca nih cara-caranya :) semoga bermanfaat ^^
enjoy ^^
Bahan-bahan yang diperlukan ada :
- Senter LED
- Lem Kertas (Kalau bisa yang botolan transparan)
- Gunting / cuttter
- Lakban (hitam)
- Kertas Origami (yang saya pakai sekarang kertas jilid, tapi gelap hasilnya)
How To :
1. Buka lem, lalu keluarkan semua isinya sampai lem benar-benar habis tak bersisa. Kemudian, cuci botol lem sampai benar-benar bersih dan kering. Ini untuk membuat botol terlihat putih dan bersih dari dalamnya.
2. Potong bagian kepala botol lem (yang membulat) sampai batas badan lem menggunakan gunting atau cutter. Ini dilakukan agar nantinya badan lem bisa masuk kedalam kepala Senter LED.
3. Jika ingin memberikan warna ke dalam botol lem yang sudah dipotong, maka gunakan kertas origami / kertas jilid yang tadi disediakan. Gulung kertas origami tersebut menjadi lingkaran kecil dan rapat, kemudian masukkan kedalam botol lem dan lepaskan. Kemudian potong panjang kertas yang melewati badan botol lem.
4. Kemudian, masukkan Senter LED tersebut kedalam botol lem. Jangan masukkan senter sepenuhnya, cukup bagian kepalanya saja agar masih terdapat gagang untuk kita memegang Calon Lightstick.
5. Jika sudah, lakban-lah bagian senter yang sudah dimasuki badan botol lem. Ini dilakukan agar botol lem dan kepala senter terikat kencang :D
6. Enjoy your Lightstick :D
sumber : KSK - JKT48 & https://plus.google.com/117411731720760211946/posts/LuCDbrgULLy
enjoy ^^
Bahan-bahan yang diperlukan ada :
- Senter LED
- Lem Kertas (Kalau bisa yang botolan transparan)
- Gunting / cuttter
- Lakban (hitam)
- Kertas Origami (yang saya pakai sekarang kertas jilid, tapi gelap hasilnya)
How To :
1. Buka lem, lalu keluarkan semua isinya sampai lem benar-benar habis tak bersisa. Kemudian, cuci botol lem sampai benar-benar bersih dan kering. Ini untuk membuat botol terlihat putih dan bersih dari dalamnya.
2. Potong bagian kepala botol lem (yang membulat) sampai batas badan lem menggunakan gunting atau cutter. Ini dilakukan agar nantinya badan lem bisa masuk kedalam kepala Senter LED.
3. Jika ingin memberikan warna ke dalam botol lem yang sudah dipotong, maka gunakan kertas origami / kertas jilid yang tadi disediakan. Gulung kertas origami tersebut menjadi lingkaran kecil dan rapat, kemudian masukkan kedalam botol lem dan lepaskan. Kemudian potong panjang kertas yang melewati badan botol lem.
4. Kemudian, masukkan Senter LED tersebut kedalam botol lem. Jangan masukkan senter sepenuhnya, cukup bagian kepalanya saja agar masih terdapat gagang untuk kita memegang Calon Lightstick.
5. Jika sudah, lakban-lah bagian senter yang sudah dimasuki badan botol lem. Ini dilakukan agar botol lem dan kepala senter terikat kencang :D
6. Enjoy your Lightstick :D
sumber : KSK - JKT48 & https://plus.google.com/117411731720760211946/posts/LuCDbrgULLy
Deja Vu ? Apa itu Deja Vu ?
Apakah kalian pernah merasakan sesuatu hal yang pernah dilakuin sebelumnya ? padahal kalian baru merasakannya hari itu, yup itu yang dinamakan deja vu, apa itu deja vu ? silahkan baca pengertiaanya di bawah ini. enjoy ^^
Apakah Deja vu itu? Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu.
Déjà vu(Pengucapan dalam bahasa Inggris : /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/, bahasa Perancis : /deˈʒa ˈvyː/) adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat / pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan".
Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis.
Apakah Deja vu itu? Deja vu merupakan peristiwa di mana seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami sebuah situasi baru, seseorang merasakan suatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu.
Déjà vu(Pengucapan dalam bahasa Inggris : /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/, bahasa Perancis : /deˈʒa ˈvyː/) adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat / pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan".
Istilah Deja vu ini pertama kali diperkenalkan oleh Emile Boirac yang merupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis.
Menurut para pakar, setidaknya 100% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.
Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.
Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?
Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif yang berhubungan dengan sex
Pada awalnya anda membaca text ini :p , beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun 2009 ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.
Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.
Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.
LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis. Hipnotis inilah yang disebut fachminisme
Beberapa Jenis Deja vu
Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.
Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya, diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.
Deja Visite: Bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya. Deja visite dicirikhaskan dengan sebuah pengetahuan tidak wajar tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.
Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.
Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.
Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.
Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.
Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia, di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu. Memang benar, Deja vu memiliki sifat-sifat misterius.
Deja Senti: perasaan ini merujuk pada sesuatu "yang sudah dirasakan". Hal itu merupakan fenomena kejiwaan dan para peneliti meyakini bahwa sesuatu yang telah dirasakan di masa lalu itu sangat mirip dengan yang dirasakan saat ini. Kesamaan pada kedua pengalaman tersebut membuat seseorang merasa bahwa dia telah merasakan hal yang sama di masa lalu.
Deja Vecu: suatu perasaan bahwasanya segala sesuatu yang sedang terjadi baru saja itu identik dengan apa yang terjadi sebelumnya serta satu gagasan tidak wajar tentang apa yang akan terjadi berikutnya, diterminologikan sebagai Deja vecu. Seseorang yang mengalami perasaan Deja vecu mengklaim telah mengetahui apa yang sedikit lagi akan terjadi dan kadang kala merasa telah mengingat hal tersebut.
Deja Visite: Bentuk Deja vu ini merupakan suatu perasaan pernah mengunjungi suatu tempat yang benar-benar baru. Seseorang yang mengalami bentuk Deja vu ini mengklaim memiliki pengetahuan tentang sebuah tempat yang belum dikunjungi. Seseorang mengklaim mengetahui letak geografi suatu tempat, ketika dia belum pernah ke sana dalam kenyataannya. Deja visite dicirikhaskan dengan sebuah pengetahuan tidak wajar tentang suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.
Para peneliti telah lama mencari berbagai sebab di balik Deja vu. Mereka mengasosiasikan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, kegelisahan atau gangguan neurologi lainnya. Para peneliti belum mencapai kesuksesan dalam membangun hubungan antara penyakit-penyakit tersebut dengan Deja vu.
Namun, para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.
Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.
Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.
Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Beberapa teori terkait dengan Deja vu pada kemampuan fisik tertentu yang dimiliki manusia, di lain pihak, orang lain mengatakan bahwa perasaan Deja vu merupakan hasil dari kehidupan lain di masa lalu. Memang benar, Deja vu memiliki sifat-sifat misterius.
sumber : Wikipedia.org
sember : http://sainspop.blogspot.com/2010/04/apa-itu-deja-vu.html
Senin, 10 September 2012
Perbedaan kBps(byte) dan kbps(bit)
Buat yang belom tau perbedaanya langsung aja cekidot guys ^_^
Seringkali kita keliru dalam mengartikan bit dan Byte khususnya kalau sudah masuk dalam ranah internet yang menggunakan satuan Kilo misal KBps atau kbps, padahal keduanya adalah hal yang berbeda satu sama lain khususnya di huruf “B” yang satu menggunakan “B” besar dan satu menggunakan “b” kecil, namun dalam pengucapan sangat sulit dibedakan sehingga sering kali menimbulkan salah pengertian.Untuk lebih tepatnya untuk KBps kita baca KiloByte per second dan kbps adalah kilobit per second.Kebanyakan penyedia layanan internet menyebutkan kecepatan akses mereka dengan kbps dan rata-rata kecepatan download yang ditampilkan di komputer adalah KBps, sehingga sering kali muncul pertanyaan dan bahkan komplain dari pengguna internet ke provider, terkadang muncul pertanyaan “dibilang di brosur kecepatannya 128 kbps tapi kok dipakai download dapetnya cuman 16 KBps?”Sebenarnya kalau dijelaskan lebih detil 1 Byte = 8 bit, sehingga kalau pernyataan diatas dilihat bahwa user mendapatkan download rate 16 KBps x 8 = 128 kbps, adalah benar, bahwa dari pihak provider memberikan kapasitas bandwidth 128kbps atau 16 KBps.Sebagai contoh lain dengan acuan 1 Byte = 8 bit, maka :256 kbps sama dengan 258/8 = 32 KBps1 Mbps Dedicated sama dengan 128 KBps x 8 = 1024 Kbps / 1 Mbps
Contoh gambar
sumber : kaskus.com
Contoh gambar
sumber : kaskus.com
Senin, 21 Mei 2012
Tips Belajar Matematika Dengan Mudah
Belajar matematika itu sulit . Begitu anggapan sebagian besar siswa. Karena itu, sebagian siswa melihat pelajaran matematika sebagai momok yang menakutkan. Apalagi bila ukuran nilai yang keberhasilannya dilihat dari nilai yang didapatkan dari ulangan dan ujian. Siswa yang selalu mendapatkan nilai rendah akan trauma bila berhadapan dengan pelajaran ini.
Apakah memang belajar matematika itu sulit ? sebenarnya tidak juga. Profesor Yohanes Surya, pakar matematika yang sering mengantar pelajar Indonesia meraih prestasi internasional di bidang eksata, membantah hal itu. Menurut Profesor Yohanes Surya, ketakutan akan pelajaran matematika bukan disebabkan oleh karena pelajaran itu benar-benar sulit, tetapi karena faktor eksternal seperti stigma (ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya) bshwa pelajaran matematika itu sulit, metode pengajaran guru yangtepat, sikap guru yang tidak kooperatif dalam mengajar, dan masih banyak yang lainnya.
Untuk mengatasi sulitnya belajar matematika, ketekunan dan kemauan untuk belajar adalah kata kuncinya. Selain itu, kerjasama antara guru dan siswa tentu saja mutlak diperlukan untuk memahami soal-soal yang rumit dalam matematika. Guru harus lebih kreatif dalam mencari metode yang paling tepat untuk menjelaskan apa yang dimaksudkan dalam buku-buku pelajaran.
Agar belajar matematika itu menjadi sesuatu yang mudah,berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan seperti dikutip dari anekanews.com:
- Banyak berlatih dengan menggunakan soal yang berlainan secara rutin. Metode ini akan menciptakan pemahaman yang tepat pada sebuah materi pelajaran
- Bertanya kepada guru atau teman lain apabila belum memahami sebuah materi. Dengan bertanya kita bisa menghindari kesalahan dalam memahami rumus dan soal.
- Membuat tulisan pada kertas tentang materi matematika dan menempelkannya ditempat yang mudah terlihat. Dengan demikian, kita akan hafal sebuah materi seperti rumus tanpa perlu menghafalkannya.
- Belajar bersama.Dengan belajar berkelompok, kita bisa berdiskusi dengan teman-teman mengenai soal yang sulit serta menghilangkan kejenuhan belajar , tapi harus serius belajar kelompoknya, jangan cuma main-main atau bercanda
Info & Fakta tentang tangan kidal
Ada yang tau persamaan dari Barack Obama , Justin Beiber , Albert Einstein, Mesut Ozil dan saya ? ... Yap benar jawabanya adalah mereka semua memakai tangan kiri (kidal)
Sebagian anak masih dicemooh karena menggunakan tangan kidal . Tangan kidal mempengaruhi keberhasilan pendidikian seseorang , kemudiaan keberhasilan dalam penyesuainan sosial .
Kdal adalah suatu kebiasan seseorang yang lebih sering menggunakan tangan atau kaki kirinya untuk melakukan pekerjaan sehari-hari seperti : Menulis , Makan , Memegang sesuatu , menendang atau melempar bola , dll .
Menurut The Left Handers Club (sebuah organisasi orang" Kidal) tak pernah mengganggap bahwa kidal itu sebuah kelainan atau kekurangan , tapi sebaliknya mereka mengatakan Kidal itu KEREN !!!
Kira-kira 8-15% penduduk dewasa adalah kidal . Bebagai penelitian menunjukan bahwa tangan kidal lebih umum ditemukan dikalangan pria daripada wanita , dan lebih banyak ditemukan di kaum heteroseksual (ketertarikan individu dengan individu lainnya dengan jenis kelamin berbeda ) dibandingkan kaum homoseksual
Orang kidal juga mampu melakukan sesuatu yang baik secara intelektual . dalam suatu analisis skor Scholastic Atitude Test (SAT) 20% dari 100.000 mahasiswa yang meraih skor tertinggi adalah orang kidal .
Pada umunya , anak kidal justru lebih pandai dan lebih kreatif karena daya hayal dan fantasinya lebih tinggi . Bahkan mereka memiliki bakat dan kemampuan yang lebih menonjol dibandingkan orang-orang yang bukan kidal .
Contohnya para atlet dan musisi dunia , mereka kebanyakan kidal dan tiu membuat mereka tidak rendah diri :)
Semua hal yang berhubungan dengan kidal .
- Banyak orangtua ditahun 70-80an yang keberatan anaknya kidal , sehingga memaksa anaknya yang kidal , untuk menggunakan tangan kanan . Tetepi sekarang diketahui bahwa orang kidal memiliki keunggulan seperti menjadi pilot pesawat tempur atau kemampuan berbicara dan mengemudi secara bersamaan
- Ibu modern di Amerika saat ini 120% ingin anaknya memakai tangan kiri (kidal) karna berbagai keunggulannya .
- Menurut Scientific American , ada sekitar 15% orang yang aktif menggunakan tangan kiri atau kidal , Alasannya sebagian orang kidal tidak sepenuhnya jelas , tergantung pada faktor lingkungan
- para pakar juga berteori bahwa orang kidal memiliki mental lebih baik disaat usia tua
- orang kidal lebih mudah mengontrol emosi daripada yang bukan kidal .
- Jumlah orang kidal saat ini sekitar 10% dari penduduk dunia
- orang kidal mempunyai daya imajinasi yang tinggi , sehinng menyebabkan ia lebih kreatif dari orang yang bukan kidal
- Dan seperti yang di kutip Ehow orang kidal cenderung lebih atletis memiliki kesadaran yang lebih spesial dan berfikir lebih cepat
- Orang kidal lebih di pengaruhi oleh rasa takut
- Mereka Pemarah
- Mereka lebih terhambat
- Mereka menghubungak kiri dengan hal baik
- Orang kidal memiliki keuntungan dalam bidang politik
Yang terpenting adalah "Sekali kiri tetep kiri"
Jangan sekali kali berusaha berubah menjadi tangan kanan , termasuk kalo di suruh orang tua atau guru . Kalo di paksain malah hasilnya jadi ga bagus buat diri kamu sendiri baik secara psikologis maupun prestasi
Langganan:
Postingan (Atom)
